Penanggulangan Tuberculosis Terpadu dan Berkelanjutan
BAZNAS Kabupaten Sintang Turut Serta dalam Penanggulangan Tuberkulosis Secara Terpadu dan Berkelanjutan
11/12/2025 | Totok ASSintang, 11 Desember 2025. BAZNAS Kabupaten Sintang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui keterlibatan aktif dalam upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Sintang. Bertempat di Aula Lupung Coffee Sintang TB Care Yayasan Bina Asri sebagai penyelenggara kegiatan ini selain Validasi Data dan Koordinasi Rutin Komunitas dan Layanan Kesehatan untuk Program TBC, juga mengangkat tema percepatan program Eliminasi TBC 2030. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat akurasi data kasus TBC, meningkatkan koordinasi antara jejaring layanan dan komunitas, serta memastikan bahwa temuan kasus, pendampingan pasien, hingga rujukan layanan berjalan lebih efektif dan berkesinambungan.
Dalam diskusi tersebut, peserta menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, peningkatan kualitas pelaporan, serta penguatan peran komunitas dalam upaya penemuan kasus secara aktif. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan perlunya sinkronisasi strategi agar target eliminasi TBC dapat tercapai sesuai arah kebijakan nasional tahun 2030.
Melalui kegiatan validasi data dan koordinasi rutin ini, TB Care Yayasan Bina Asri Sintang berharap dapat memperkuat keselarasan program antara komunitas dan layanan kesehatan sehingga kontribusi daerah terhadap percepatan eliminasi TBC menjadi semakin signifikan.
Pada kesempatan ini BAZNAS Kabupaten Sintang hadir dalam agenda diskusi bersama pemangku kepentingan kesehatan untuk memperkuat kolaborasi penanganan TBC secara terpadu dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemateri dari unsur lembaga, pemerintah daerah, hingga akademisi, antara lain:
Ketua BAZNAS Kabupaten Sintang, Totok Agus Sudono, S.Pd., M.Pd. Pemerhati TBC, Darmadi, S.K.M., M.Kes. Plt. Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Bambang Hermanto, S.Kep., M.PH., Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pontianak Kelas Sintang, Agus Samsudrajat S, S.K.M., MKM
Dalam pemaparannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sintang menegaskan bahwa zakat memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, termasuk dalam membantu pasien TBC yang berasal dari keluarga kurang mampu. BAZNAS Sintang terus memperkuat program pendampingan dan bantuan kesehatan agar lebih tepat sasaran dan berdampak nyata.
Sementara itu, para pemateri lainnya menyampaikan perkembangan situasi TBC di Kabupaten Sintang, tantangan lapangan, serta pentingnya kolaborasi multisektor dalam mengatasi penyakit menular tersebut. Diskusi juga menyoroti perlunya penguatan edukasi kesehatan, deteksi dini, kepatuhan pengobatan, serta keterlibatan masyarakat dalam mengurangi angka kasus TBC.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sintang berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat dapat semakin kokoh. Upaya bersama ini diharapkan mampu mampu memberikan kontribusi yang lebih masif, berkelanjutan, dan tepat sasaran dalam upaya eliminasi TBC tahun 2030 serta mempercepat penurunan kasus TBC dan mewujudkan masyarakat Sintang yang lebih sehat, produktif, dan berdaya. (Totok AS).